Search
  • ILMCC UPH

Mahasiswa UPH Melaju ke Run-off Rounds of The International Moot Court Competition

Menempati posisi ke-13 setelah melewati empat babak penyisihan, UPH Jessup Team melanjutkan ke Advanced Rounds (24 tim Teratas) di kompetisi Philip C. Jessup International Law Moot Court 2009 yang diadakan di Washington DC, Amerika Serikat.

Menempati posisi ke-13 setelah melewati empat babak penyisihan, UPH Jessup Team melanjutkan ke Advanced Rounds (24 tim Teratas) di kompetisi Philip C. Jessup International Law Moot Court 2009 yang diadakan di Washington DC, Amerika Serikat. Mahasiswa UPH berhasil mempertahankan posisi kehormatan mereka di putaran ron-off namun dikalahkan oleh peserta terbaik dunia di putaran final.


Ini pertama kalinya untuk universitas swasta terbesar Indonesia dapat tampil di the international Court of moot court forum yang paling tertinggi. Dekan Sekolah Hukum UPH, Prof. Dr. Bintan Saragih, yang dulu juga menempati posisi yang sama di UI, mengatakan bangga akan penampilan para mahasiswa karena para peserta lainnya berasal dari universitas ternama di seluruh dunia.


Bahkan, kepala juru bicara Universidad de Los Andes, yang merupakan tim pemenang kompetisi ini, ”membuat pernyataan khusus atas rasa hormat mereka untuk Universitas Pelita Harapan,” kata Prof. Saragih.


Ini dapat diinterpretasikan sebagai bentuk pengakuan internasional akan kualitas Sekolah Hukum UPH dan jelas, ini akan menempatkan UPH sebagai lawan berat di kompetisi akademik global, tambah Prof. Saragih.


Prof. Saragih menjelaskan bahwa dua universitas di Indonesia telah melakukan yang terbaik dalam mempersiapkan para mahasiswa dalam menghadapi kompetisi global ini. Para orangtua mahasiswa juga sangat mendukung dalam kompetisi ini. Namun dari semua itu, para mahasiswa telah belajar dengan giat dan dilatih oleh Robert Alan Baiton, pelatih khusus dari Australia, sebelum mereka berangkat untuk kompetisi. Sekolah Hukum UPH dikenal luas sebagai salah satu sekolah terbaik di Asia karena kualitas staff dosennya dan praktek akademiknya.


Prof. Saragih mengatakan para mahasiswa telah menciptakan kemajuan yang sangat besar dibandingkan dengan sebelum keberangkatan mereka, ia hanya menduga tim akan mendapat posisi 50 namun mereka merangkak naik sampai ke posisi ke 13 dari total 532 universitas dari 80 perwakilan universitas.


The 2009 Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition dikenal sebagai kompetisi moot court terbesar di dunia, dengan peserta yang berasal dari seluruh dunia. Kompetisi yang berlangsung dari 22-28 Maret menggunakan simulasi perseteruan fiksional antara negara di hadapan International Court of Justice, organ hakim dari Persatuan Bangsa-Bangsa.


Setiap tim yang bergabung diminta untuk mempersiapkan pembelaan tertulis maupun lisan untuke mempertahankan posisi baik Pengaju maupun Tertuduh dalam kasus tersebut. Mahasiswa UPH mengatakan pada CampusAsia bahwa mereka bangga atas hasil penampilan mereka karena ini pertama kalinya UPH diakui di kompetisi terbesar dan paling bergengsi di seluruh dunia. Meskipun mereka meraih posisi kedua di Putaran Nasional Indonesia, setelah dikalahkan oleh UI, di kompetisi internasional, tim UPH berhasil mengalahkan rekan Indonesia mereka yang meraih posisi ke 28 setelah putaran pra-eliminasi.


“Yang saya dapat katakan setelah semua ini adalah saya bangga atas penampilan mereka,” kata Prof. Saragih, ditambah lagi mahasiswa UPH – yang terdiri dari satu Muslim dan tiga Kristiani adalah “orang yang sangat religius yang tidak pernah lupa untuk berdoa…”


“Saya menyampaikan kepada mereka bahwa mereka dari UPH – sebuah universitas yang didasarkan pada filosofi Pengetahuan Sejati, Iman akan Tuhan dan Karakter Mulia. Dan saya mengatakan kepada mereka untuk mengalahkan UI, meskipun saya berasal dari UI juga.” Dekan berharap mahasiswa ini suatu hari dapat muncul sebagai pengacara atau ahli hukum yang diakui secara internasional.


UPH akan memberikan mereka beasiswa dan setelah kelulusan, universitas akan membantu mereka dalam meraih mimpi. “Bila mereka memerlukan beasiswa untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi di luar negeri, Saya pasti akan mengeluarkan surat rekomendasi yang menyatakan mereka adalah mahasiswa yang luar biasa.”

Dua dari mahasiswa tersebut akan melanjutkan ke Murdoch University dan mereka akan mewakili Australia di kompetisi selanjutnya. Sudahkah UPH menunjuk penerus selanjutnya?


UPH Media Relations

0 views
 
  • Facebook
  • Instagram

© 2019 by ILMCC UPH.